Motivation Blog !!

Gives you motivation every day

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

[SUPER SEKALI]Manusia dengan Pengeluaran Rp.185.191.200,-/hari

Berapakah Harga Oksigen...???

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotek ?
Jika belum tahu, harga oksigen +/- Rp 25.000/liter,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Jika belum tahu juga, harga nitrogen +/- Rp 9.950/liter.

>> Taukah Bahwa dalam sehari, manusia menghirup 2.880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen.
Oke, Mari kita coba hitung...

2.880 literxRp.25.000,-=Rp. 72.000.000,-
11.376 literxRp. 9.950,-=Rp.113.191.200,-
Total biaya sehari=Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bulan = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 tahun = 365 hari, maka biaya untuk bernafas selama 1 tahun adalah...
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-

Jika harus dihargai dengan Rupiah, maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai Rp.185.000.000 lebih/hari/manusia.

maka….
Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.185.191.200, Maka sebulan Rp.5.555.736.000 per orang dan setahun Rp.67.594.788.000 per orang !!!

Sudah berapa lama kah kita hidup di bumi Allah ini...?
Dan…
Berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu jika udara yang kita hirup harus dibayar...?

Masihkah kita belum mau BERSYUKUR ???


Ibu.... Aku Sayang Ibu...

Sejak kecil..
Sering aku menghujatmu dalam hati..
Kau ibu yang kejam menyakiti anak sendiri..
Kau suruh beres beres rumah seakan akan aku ini pembantu di rumah sendiri..

Sering aku berpikir dan berharap andaikan aku bisa memiliki ibu yang lain tidak ibu sepertimu..
Ibu yang tega menyuruh anaknya
Ibu yang tega membentak anaknya..

Tapi kini...

Saat aku sudah dewasa..
Aku paham apa arti semua itu..
Kau ingin kami belajar dari Usia dini
Kau ingin agar kami tak rapuh saat kami hidup sendiri, tanpa kamu lagi di sisi..

Ibu maafkan aku, sungguh penilainku padamu dulu
kini aku baru tau jawaban itu..

Terima kasih ibu, didikanmu keras sekeras kehidupan saat ini, jadi aku siap dengan segala apa yang terjadi itu karenamu IBU...

AKU SAYANG IBU :')


Rasa Sebuah Ketulusan

Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda, dan memungut sebatang pensil yang patah. Pintanya, "Boleh aku pinjam ini...?" Anda yang sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata, "Ambil saja." Setelah itu anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman anda, pensil patah itu amat berharga demi pengerjaan tugasnya.

Tahukah anda bagaimana "rasa" sebuah ketulusan...? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa, apalagi untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa, sebagaimana anda menyilakan teman dekat anda mengambil pensil patah anda. Tiada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan terima kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semuanya lenyap dalam ketulusan. Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti pensil patah itu. Sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa saat kita saling berbagi. Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada keadaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun tampak bagai pena emas. Jangan ingat-ingat perbuatan baik anda. Kebaikan yang anda letakkan dalam ingatan bagaikan debu yang tertiup angin.



****************************************
Wisdom Of The Day

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, 
namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan 
keberanian yang membuat anda tetap 
berjuang melawan rintangan 
yang datang bertubi-tubi. 
(Orison Swett Marden)


AKU AKAN MENGGENDONGMU SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA

Malam itu, saat duduk berdua di meja makan,

Mario memegang tangan istrinya dan berkata,

"Istriku, aku ingin cerai denganmu."

Meggy tidak bereaksi, dan cuma berkata lirih, "Mengapa"

Mario tidak mau memberikan alasan. Ia tidak bisa mengatakan bahwa hatinya sudah tertambat oleh seorang gadis bernama Jane,

Kebisuan Mario membuatnya berang. Ia melempar sumpit dengan penuh amarah dan berteriak, "KAMU BUKAN LAKI-LAKI."

Malam yang panjang itu, Mario mendengar isak tangisnya. Di ruang tamu, Mario tidur dan kasihan padanya. Namun, sudah tidak cinta lagi, hanya rasa kasihan (bukan cinta).

Keesokan hari,

dengan berat hati Mario mengajukan surat cerai yang apabila disetujuinya, ia akan mendapatkan rumah dan 30% perusahaan.

Meggy merobek-robek kertas itu dan menangis dengan tersedu-sedu. Mario melihat istrinya dengan penuh kasihan. Telah 10 tahun mereka bersama dan Mario juga menyesal begitu lama mereka menghabiskan waktu dan energi membina rumah tangga dan akan menguap. Namun, Mario sangat, dan benar-benar cinta dengan Jane, sekretarisnya.

Keesokan paginya,

Meggy mengajukan syarat perceraian. Ia tidak mau kekayaan. Mario tertegun. Dia ingin waktu 1 bulan ke depan dimana mereka berusaha bersikap normal dan berpura-pura mesra seperti ketika baru menikah. Meggy mengatakan agar anak mereka yang sedang ujian negara tidak akan terganggu dengan perceraian tersebut. Satu bulan sudah cukup, katanya.

Mario kaget. Dia tidak minta kekayaan.

Dalam satu bulan tersebut, Mario diminta untuk menggendongnya dari ranjang ke pintu depan, persis seperti yang Mario lakukan saat mereka masih pengantin baru. Mario rasa Meggy sudah gila. Meggy menanda-tangani surat perjanjian dengannya bahwa ia tidak akan ingkar janji.

Agar perpisahan kelak berjalan lancar, Mario pun menyetujuinya.

Hari pertama,
Mario mulai menggendongnya dengan kedua tangan, dan mereka berdua sangat kikuk karena sudah lama tidak berdekatan meskipun serumah. Anak mereka mengekor dari belakang dan bertepuk-tangan dengan gembira dan berteriak, "Papa menggendong Mama."

Meggy berbisik mesra di telinga Mario, "Jangan pernah kasih tahu anak kita." Mario pun mengangguk dan melihat Meggy keluar pintu menunggu bus ke tempat kerja. Setelah itu, Mario sendirian menyetir mobil ke kantor.

Hari kedua,
Mereka berdua sudah agak terbiasa. Kepala Meggy berbaring di dada Mario. Tercium bau parfum dari busana tidur Meggy. Mario baru sadar, sudah sekian lama tidak memperhatikan istrinya. Meggy sudah tidak muda lagi. Ada keriput di wajah dan sudut matanya. Beberapa helai rambutnya ternyata sudah beruban. Beberapa saat Mario tertegun dan membayangkan apa yang telah dilakukan kepadanya.


Hari keempat ketika menggendongnya, Mario mulai merasa ada perasaan intim yang bangkit kembali. Ini adalah wanita yang telah memberikan kehidupannya selama bertahun-tahun menemaninya.

Hari kelima dan keenam, perasaan intim benar-benar bertambah kuat. Meggy berusaha memilih sebuah busana untuk dikenakan. Ia mengeluh karena semuanya kedodoran. Ternyata badannya semakin kurus. Perasaan sayang Mario kepadanya tiba-tiba muncul. .... Meggy telah memendam begitu banyak kepahitan dan kegalauan di dalam hati. Tanpa sadar Mario mengelus kepalanya.

Anak kami semakin senang dan setiap hari menunggu adegan menggendong tersebut. Baginya, melihat papa menggendong mama dengan mesra menjadi bagian penting dari hidupnya.

Meggy memeluk anak mereka dengan erat dan meneteskan air mata. Mario tidak sanggup melihat adegan itu. Dia takut berubah pikiran.


Pada hari terakhir, hari ke-30, Mario menggendongnya, memandangnya dan Meggy membalas dengan mesra. Istrinya semakin kurus. Mario menyalahkan diri sendiri karena telah menelantarkannya selama ini. Mario baru sadar, selama ini hidup mereka tidak intim.

Hari itu, Mario tergesa-gesa ke kantor, menemui Jane dan berkata,

"Maaf, Jane. Aku tidak jadi bercerai dengan istriku."

Jane melihat Mario dengan perasaan aneh dan menyentuh kening Mario untuk memeriksa apakah Mario sakit. Mario menceritakan semua kepadanya. Pernikahan mereka membosankan karena mereka tidak menghargai setiap momen hidup dan melakukan sesuatu sendiri-sendiri, ternyata bukan berarti dalam diri mereka sudah tidak ada cinta. Mario baru sadar, dulu sewaktu Mario begitu mesra menggendongnya saat hari pernikahan, ia seharusnya memeluk istrinya sampai maut memisahkan mereka.

Jane menampar Mario dan keluar dari kantor dengan air mata berlinang.

Sepulang dari kantor, Mario menyempatkan diri ke toko bunga, memesan bunga-bunga yang cantik dan warna-warni, dan menulis kata cinta di kartu bunga, "AKU AKAN MENGGENDONGMU SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA. Hati Mario pun lega oleh perasaan cinta.

Mario cepar-cepat pulang dan segera masuk ke rumah dengan memegang bunga-bunga kasih. Mario naik ke lantai atas dan masuk ke kamar tidur.

Mario diam membisu, melihat Meggy tidur di tempat tidur tak bergerak dengan wajah pucat pasi. Karangan bunga terlepas dari tangan Mario dan jatuh ke lantai. Mario menggoyangnya. Ia tidak bergerak...dan juga tidak bernafas. Meggy yang dicintainya telah meninggal dunia.



Renungan Bagi Orang Tua Untuk Anak

Seorang ayah tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.

Tidak seperti biasanya, putra pertamanya yang masih kelas 2 SD menunggunya di depan pintu. Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang ayah pada anaknya. Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

“Ade nunggu ayah pulang, karena Ade mau tanya "Emang berapa sih gajinya ayah?”

“Lho, kok tumben, nanya gaji ayah? mau minta uang lagi ya?”

“Ah, nggak ... Ade pengen tahu aja…”

“Oke, Ade boleh hitung sendiri. Setiap hari ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000 setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji ayah satu bulan berapa, hayo?!”

Si anak berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika ayahnya ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Hmm.... kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya... sudah malam!” tapi sang anak tak beranjak.

“Ayah, Ade boleh pinjam uang 5.000 Rupiah nggak?”

“Sudah malam, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang Ade tidur ya…”

“Tapi yah…”

“Sudah, sekarang tidur…!!!” suara sang ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya. Sang ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 15.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, ayahnya berkata ”Maafin ayah ya... kenapa Ade minta uang malam-malam begini... besok kan masih bisa. Jangankan 5.000, lebih dari itu juga boleh….”

“Ayah, Ade nggak mau minta uang. Ade cuman pinjam… nanti Ade kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya... iya... tapi buat apa??” Tanya sang ayah.

“Aku menunggu ayah dari jam 8. Ade mau ajak ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi Ade mau beli waktu ayah. Ade buka tabungan Ade, tapi cuma ada Rp 15.000 tapi ayah bilang, untuk satu jam ayah dibayar Rp 40.000 jadi kalau setengah jam harus Rp 20.000 karena uang tabunganku tidak cukup, Ade mau pinjam Rp 5.000 dari ayah…”

Sang ayah cuma terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kesayangannya itu dengan berlinang air mata jatuh dari sudut matanya...

Sahabat atau para orang tua yang penuh dengan luapan kasih sayang...
"Jika kita tak pandai mengatur waktu dengan baik, maka bisa jadi banyak yang menjadi korban... entah itu diri kita sendiri, keluarga, pekerjaan, pendidikan dan bahkan bekal akhirat kita... "


Perbicaraan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Lahir Di Dunia

Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan dia bertanya kepada TUHAN :

bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….
bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah”

TUHAN :

“Aku telah memilih satu malaikat untukmu..
ia akan menjaga dan mengasihimu”

bayi :

“tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”

TUHAN :

“malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”

bayi :

“dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”

TUHAN :

“malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa”

bayi :

“saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya”?

TUHAN :

“malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”

bayi :

“tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”

TUHAN :

“malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

saat itu surga begitu tenangnya…
sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya

bayi :

“TUHAN……….
jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?

TUHAN :

“kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”

Pesan :

Kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…

Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu...?
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu...?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Kembalilah…
Mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu...

Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…
Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia...

Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya...
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya...
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..

Pulang..
Dan kembalilah segera…
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

Bagi sahabat sahabatku yang ibunya sudah tiada, jangan pernah lupa untuk selalu mendo'akan beliau, semoga beliau tenang disisiNya dan dosa dosa beliau diampuni-Nya...


...Amin...




Kisah Si Pensil Dan Si Penghapus (Renungan Hari ini)


Pensil:"Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus:"Maafkan aku..??
untuk apa Pensil...??
Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil:"Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus:"Hal itu memang benar...
Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."


Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.


"Hingga saat ini...

Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.

Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."

Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian...


Kisah keren dibalik doa yang tak terkabul

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.

Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya.


Cintaku Untuk Semua


Sewajarnya aku memberikan cintaku pada orang yang aku sayangi
dan orang yang dekat denganku,

namun mereka yang membenciku dan memusuhiku
juga layak menerima cintaku.

Keegoisanku untuk ikut membenci dan memusuhi mereka
hanya akan merusak keindahan dari kehidupan.




Selingkuh itu indah, tapi...


Manusia memang tidak pernah puas apa yang dimilikinya.
Begitupun terhadap pasangan yang sedang dijalaninya.
Mereka selalu ingin yang sempurna, sempurna, dan sempurna.

Sembilan dari sepuluh orang, mungkin mengatakan selingkuh itu indah.
Namun yang pasti, apapun alasannya setia masih tinggi derajatnya di atas selingkuh.
Karena di dalam nilai setia terdapat satu kata sempurna.
Dan itu adalah mulia.

Apakah Anda satu orang dari sepuluh yang setia...?


Tuhan Sudah Mendengarmu

Engkau yang bertanya - tanya
apakah Tuhan mendengar keluhan, harapan, dan doamu,


dengarlah ini ya?

Tuhan Maha Mendengar,
maka janganlah lagi kau katakan
‘semoga Tuhan mendengar doaku’,
karena Dia sudah mendengar pintamu
bahkan jauh sebelum engkau berniat meminta.

Tuhan sudah mendengarmu,
dan sesungguhnya saat ini
Dia hanya sedang menantikan
kesungguhan upayamu,
agar engkau pantas
bagi penyelamatan dan kesejahteraan
yang kau minta.

Upayamu adalah pemantas bagi jawaban doamu.

-Mario Teguh-


Kumpulan Pepatah Bijak [ Part I ]

Cinta dan sahabat: SAHABAT selalu membuat kamu tersenyum ketika CINTA membuat kamu sedih.


Hati yang baik tidak selalu dapat dinilai dari penampilan.
Jangan suka cepat menilai, coba kenalilah hatinya.


Kata kata dapat berdampak sangat besar.
Dapat membuat orang lain menyerah atau terus bersemangat. Jadi pilihlah kata kata yang tepat.


Berhenti mencari yang sempurna dan belajarlah tuk menerima dia apa adanya.
Jangan sia siakan mereka yang sudah pasti menyayangimu.


Ketika bertemu seseorang yang pernah menolongmu,
ucapkan terima kasih. Karena dia, kamu masih mampu menjalani hidup ini


Tak ada yang sempurna, begitu juga cinta.
Jika kamu tak mau belajar tentangnya, kamu pasti kewalahan menjalani malam pertama!


Wanita yang tulus mencintaimu tak akan memandang materimu.
Karena apa yang mereka inginkan hanya orang yang dapat memperlakukannya dengan baik.


Terkadang lelaki hanya dapat mengagumimu dari jauh,
dan selalu peduli ketika kamu mulai salah arah. Mereka tulus mencintaimu.


Jangan butakan hatimu dengan uang.
Ketika dia tak mampu lagi memperlakukanmu dengan baik, itu hanya akan terus menyakitimu.


Peluang hari ini akan semakin besar,
karena kau telah mempersiapkannya sejak kemarin!


Kebiasaan yang buruk itu sama seperti kasur yang empuk. Mudah untuk membaringkan badan, tetapi berat untuk meninggalkannya.


Esok akan selalu menjadi harapan bagi yang gagal untuk berhasil dan bagi yang sukses tetap bertahan.


Kalimat Penyejuk Hati [ part I ]

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, 
sebab keelokan paras dapat menyesatkan. 
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, 
karena kekayaan dapat musnah. 
Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, 
karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. 
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.


Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang,
sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata.
Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.


Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, 
pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, 
jadilah seperti yang kamu inginkan, 
karena kamu hanya memiliki satu kehidupan 
dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.


Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup 
untuk membuatmu baik hati, 
cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, 
kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, 
pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia 
dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.


Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, 
pintu yang lain dibukakan. 
Tetapi Acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup 
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.


Sahabat terbaik Adalah 
dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, 
tanpa mengucapkan sepatah katapun, 
dan kemudian kamu meninggalkannya 
dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.


Sungguh benar bahwa kita tidak tahu 
apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, 
tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu 
apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.


Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. 
Apabila hal itu menyakitkan hatimu, 
sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.


Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. 
Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. 
Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. 
Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.


Awal dari cinta Adalah 
membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, 
dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. 
Jika tidak, 
kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.


Sayangilah kekasihmu sebelum ini terjadi..

Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Cewek : Pelan-pelan, aku takut.

Cowok : Tidak, ini menyenangkan.

Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!

Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat.

(Lalu si cewek memeluknya)

Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku!

(Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong.

Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem untuk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, namun dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau.

Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya.

Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya?

Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dalam situasi seperti diatas motor itu?

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya

Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..


MATA, TANGAN, DAN KAKI SUAMIKU


Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.



Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.

Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.



Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.



Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"

Saya menatap matanya dalam - dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya; Seandainya, saya menyukai setangkai bunga Indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.



Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan.....

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna - warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu.

Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."


"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.



Itulah cinta...
Di saat kita merasa cinta itu telah berangsur - angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".




Kasih Sayang Seorang Ibu...




Selama ini kita dingatkan kembali "keramat"nya doa seorang Ibu..

(terbayang apa yang telah kita lakukan kepada mereka orang tua kita, terutama Ibu selama ini)

maka, hormati mereka Orang Tua Kita, karena sukses & susahnya kita di dunia maupun di akhirat karena do'a restu dari orang tua kita.





Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

....Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam...




Renungkanlah:

Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu...?
Kapan kita terakhir mengundang Ibu...?
Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan - jalan...?
Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ibu kita...?
Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita...?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi...


Terpopuler

Sahabat Setia

Statistik

Page Rank